Selain sushi, mie ramen adalah makanan Jepang yang paling tenar di dunia. Sajian ini dibikin bersama dengan mi berasal dari tepung yang disediakan bersama dengan kuah kaldu, kadang bersama dengan kecap (shoyu) dan miso. Potongan daging, nori (rumput laut kering) dan daun bawang biasanya ditaburkan sebagai topping pelengkap.

Meski dikenal sebagai masakan khas Jepang, ramen sebetulnya merupakan adaptasi berasal dari sajian mi tepung asal Cina. Makanan ini pertama kali diperkenalkan ke Jepang melalui imigran berasal dari Cina di akhir abad ke-19 dan di awal abad-20. Menurut Museum Ramen Yokohama, ramen menjadi masuk ke Jepang pada tahun 1895. Saat itu mi cuma disediakan bersama dengan kuah kaldu dan daging babi panggang ala Cina yang sederhana.

 

Jenis-jenis Ramen Berdasarkan Daerah Regional

Seperti halnya sate di Indonesia yang mempunyai banyak macam, ramen ternyata terhitung mempunyai cara masak  dan penyajian yang berbeda-beda di tiap daerah. Secara umum, ada 4 style ramen berdasarkan basis kuahnya yaitu shio (ramen bersama dengan rasa dasar asin), shoyu (ramen bersama dengan kuah berasal dari soy sauce atau kecap), miso (ramen bersama dengan bahan dasar kuah berasal dari pasta kacang kedelai) dan tonkotsu (ramen bersama dengan kuah berbahan dasar tulang babi).

 

Keempat style ramen di atas pada dasarnya mudah ditemukan hampir di semua wilayah di Jepang. Tapi, di lebih dari satu area, penduduk setempat mempunyai cara unik tiap-tiap dalam memasak makanan khas Jepang ini. Simak 11 macam ramen berdasarkan daerah regionalnya berikut ini!

 

Sapporo Ramen

Sapporo, ibukota prefektur Hokkaido yang berada di wilayah paling utara Jepang ini dikenal sebagai daerah lahirnya ramen bersama dengan kuah miso. Miso ramen amat tenar di kalangan penduduk setempat. Selain itu, di kota ini tidak cuma ada satu style miso ramen melainkan ada dua yaitu Ganso Ramen Yokocho dan Shin Ramen Yokocho.

 

Hakata Tonkotsu Ramen

Keunikan ramen berasal dari Hakata atau Fukuoka modern ini adalah kuahnya yang putih menyerupai susu. Kuah ini dibikin berasal dari tulang babi yang direbus pada suhu tinggi sampai semua kolagennya nampak dan menciptakan rasa yang kaya.  Ramen lantas disediakan bersama dengan mi lurus tidak tebal yang dimasak bersama dengan kekenyalan sedang, ditaburi irisan daging babi panggang tebal, bawang putih, wijen dan acar jahe.

 

Kitakata Ramen

Varian yang berasal berasal dari Fukuoka utara ini dikenal dikarenakan minya yang dipotong secara manual bersama dengan tangan. Mi telur yang bergelombang dan berlemak ini dicampurkan ke dalam sup berbasis shoyu. Di atasnya ada taburan topping simple yaitu daging babi, rebung, irisan narutomaki, kue ikan spiral bersama dengan gabungan putih dan merah muda yang cantik. Ramen Kitakata konon amat sesuai melukiskan nilai klasik kuliner Jepang ini.

 

Wakayama Ramen

Masyarakat di Prefektur Wakayama biasa menyantap chuka soba dengan kata lain mi bergaya Cina ketimbang ramen. Jika Anda memesan menu itu, Anda dapat memperoleh semangkuk ramen tonkotsu-shoyu yang mengumpulkan kaldu tulang babi yang tenar di Jepang barat bersama dengan kaldu kecap di Jepang timur. Minya tipis, lurus dan lengket. Sekilas serupa bersama dengan ramen Hakata bersama dengan topping daun bawang yang melimpah dan sepotong kue ikan narutomaki.

 

Onomichi Ramen

Onomichi adalah sebuah kota tepi laut di Prefektur Hiroshima, di Laut Pedalaman Seto. Tidak heran terkecuali sajian ramen yang dibikin penduduk setempat berbahan baku makanan laut segar. Kaldu berbahan dasar shoyu bersama dengan sedikit ayam dan daging bagi dilengkapi susunan lemak punggung babi yang kaya rasa. Setiap harinya, ada ratusan orang yang antre berbaris di berbagai toko ramen untuk mencicipi kelezatan ramen Onomichi ini.

 

Nagoya “Taiwan” Ramen

Meski dinamai “Ramen Taiwan”, gaya ramen lokal Nagoya ini sebetulnya bukan hasil impor segera berasal dari Taiwan. Namanya terinspirasi berasal dari koki Taiwan yang konon pertama kali menemukan menu ini. Taiwan ramen disediakan dalam kaldu shoyu pedas bersama dengan daging babi, bawang putih dan bawang merah. Sajian ini jadi pelopor makanan pedas di Jepang. Meski sudah lama tetapi popularitas ramen satu ini selalu bertahan sampai sekarang.

 

Okinawa Soba

Okinawa merupakan rantai kepulauan di ujung barat kekuatan Jepang. Dulunya merupakan kepulauan independen bersama dengan Kerajaan Ryuku sebagai pusatnya. Ryuku mempunyai bahasa, budaya dan makanan khas sendiri terhitung gaya memasak ramen yang dikenal bersama dengan nama “Okinawa Soba”. Minya yang disebut soba lebih serupa bersama dengan mi tepung udon tetapi disediakan dalam kaldu bergaya ramen. Kuahnya dibikin bersama dengan daging babi, potongan abon ikan dan rumput laut. Soba Okinawa ini mempunyai topping unik yang berbeda bersama dengan ramen lain terhitung iga dan kaki babi.

 

Hakodate Ramen

Hakodate merupakan sebuah kota pelabuhan di Hokkaido yang diakui sebagai rumah bagi ramen shio atau ramen berbasis garam. Kaldu supnya bening, dibikin bersama dengan daging ayam, babi, makanan laut dan rumput laut yang disediakan bersama dengan mi lurus yang dimasak sampai empuk. Meskipun shio ramen tidak lebih asin berasal dari shoyu ramen, profil rasanya sedikit lebih ringan.

 

Kurume Ramen

Kurume ramen merupakan ramen asli Kyushu yang apalagi sudah ada sebelum akan tonkotsu ramen asal Hakata populer. Ramen berasal dari Kota Kurume terhitung memanfaatkan kaldu tulang babi atau tonkotsu tetapi rasanya lebih kaya dan lebih kental daripada ramen Hakata. Aroma babinya apalagi jauh lebih kuat.

 

Kagoshima Ramen

Kagoshima adalah hanya satu wilayah di Kyushu yang tidak terbujuk oleh ramen tonkotsu Kurume yang kental dan berat. Sebaliknya, ramen di sini memanfaatkan kaldu campuran daging babi, ayam, sarden kering, sayuran dan jamur shiitake kering yang diberi daun bawang. Supnya berwarna keruh bersama dengan rasa mudah yang cenderung berbeda berasal dari ramen-ramen lain di wilayah Kyushu.

 

Nagasaki Champon

Meski tidak dapat dikatakan sebagai salah satu style ramen, champon adalah makanan berbahan mi khas berasal dari Nagasaki. Minya dibikin bersama dengan irisan tebal yang dimasak segera bersama dengan supnya bersama dengan tambahan daging, sayuran dan aneka makanan laut. Champon konon merupakan makanan irit ala pelajar Cina yang berlajar di Nagasaki tetapi sudah tercampur bersama dengan budaya kuliner ala Jepang.

10 Tempat Makanan Ramen Paling Recommended ketika wisata di Jepang

Sebelas macam ramen di atas sebetulnya dapat Anda cicipi bersama dengan datang segera ke daerah regionalnya masing-masing. Tapi sebetulnya tidak kudu serepot itu dikarenakan bersama dengan melakukan surfing di internet, Anda dapat menemukan gaya-gaya ramen di atas bersama dengan berkeliling Tokyo atau kota-kota besar lain di Jepang.

 

Nah, terkecuali punya niat mencicipi berbagai style ramen, ada 10 daerah yang paling disarankan yang dapat Anda cobalah waktu datang ke Jepang. Apa saja?

 

Menya Itto

Menya Itto merupakan restoran ramen bersama dengan peringkat tertinggi di website pencintan kuliner Jepang, Tabelog. Restoran yang berada di Tokyo ini terhitung sukses raih medali perunggu pada tahun 2017. Ramen di sini dibikin bersama dengan kuah berbasis kaldu ikan. Dilengkapi bersama dengan bakso special berasal dari ayam berkualitas, ramen di sini amat layak untuk dicoba. Menu tsukemen-nya konon paling recommended!

 

Menya Itto terletak di dekat Stasiun Shin Koiwa, agak jauh berasal dari tempat-tempat wisata populer. Kalau tidak rela terjerat antrean yang amat panjang, sebaiknya Anda datang setengah jam sebelum akan jam buka. Sebagai informasi, mereka buka pukul 10.30 waktu weekend dan pukul 11.00 di hari biasa.

 

Ginza Kagari Ramen

Tidak seperti ramen-ramen lain yang memanfaatkan kuah berbahan daging babi, di sini Anda dapat menemukan ramen bersama dengan bahan dasar kaldu ayam. Ginza Kagari yang berada di dekat Stasiun Ginza ini menyajikan kuah kaldu kental tetapi menjadi halus seperti sutra waktu diseruput. Anda terhitung dapat menghendaki tambahan topping berupa irisan daging sapi atau daging babi panggang.

 

Ginza Kagari Ramen sempat tutup lebih dari satu waktu yang lantas tetapi ulang dibuka pada Desember 2018 lalu. Alamatnya terhitung sudah tukar ke 6-4-12 Ginza, Chuo-ku, Tokyo. Restoran ini buka menjadi berasal dari jam 11 siang tetapi dapat tutup lebih cepat, terkait ketersediaan menu.

 

Tsuta Ramen

Tsuta sebetulnya adalah restoran soba, tetapi dalam daftar Michelin, restoran ini memperoleh bintang untuk kategori ramen. Tsuta Ramen merupakan restoran ramen pertama di Jepang yang sukses raih penghargaan bintang prestisius dalam dunia kuliner ini.

 

Terlepas berasal dari antreannya yang panjang tiap-tiap hari, restoran ini cuma sediakan 9 kursi saja di dalamnya. Dan dalam satu hari, cuma 150 porsi yang mereka jual! Tsuta Ramen tenar bersama dengan soba berbasis kuah shoyu yang sudah difermentasi selama 2 tahun.

 

Minya dibikin bersama dengan 4 macam tepung gandum, lantas disediakan bersama dengan irisan daging bersama dengan saus truffle hitam, kaldu campuran ayam dan seafood, garam batu, anggur merah dan infus rosemary. Selain itu, Tsuta terhitung menerapkan cara antre yang unik terhitung penyerahan deposit sebesar 1000 yen yang dapat disita ulang waktu kita selesai makan.

 

Menya Gokkei

Pada tahun 2016, Menya Gokkei mendapat predikat sebagai ramen terbaik berasal dari Kyoto di website Tabelog. Restoran ini berada di Jalan Ramen Ichijoji yang populer, dekat bersama dengan Stasiun Ichijoji. Ramen di sini disediakan bersama dengan kuah kaldu ayam yang kental. Anda dapat memilih rasa original, spicy atau rasa abon ikan.

 

Ramensou Chikyu Kibo de Kangaero

Antrean panjang yang bersama dengan mudah Anda temukan meski sudah larut malam di daerah ini jadi bukti kelezatan salah satu restoran ramen tenar di Kyoto ini. Mi yang kenyal terendam kuah kaldu babi yang kaya. Potongan dagingnya pun banyak memicu orang rela mengantre sampai berjam-jam demi dapat merasakan kelezatannya. Anda dapat segera datang ke 1153-9 Shumokumachi Fushimi-ku Kyoto, dekat bersama dengan Stasiun Fushimi.

 

Ramen Toudai

Saat Anda datang ke Kyoto dan inginkan nikmati sedapnya street ramen, Ramen Toudai yang berada di lantai 10 Stasiun Kyoto JR ini layak dicoba. Ramen disini dibikin bersama dengan gaya Tokushima yang berbasis tulang rusuk babi dan shoyu. Anda dapat memberi tambahan telur mentah yang sudah dipasteurisasi sebanyak yang Anda suka. Ambil irisan daging babi, campurkan bersama dengan telur mentah dan nikmati seperti sukiyaki.

 

Ichiran Ramen

Anda barangkali sudah sering mendengar nama Ichiran Ramen. Ya, Ichiran merupakan jaringan restoran ramen yang tidak cuma tenar di Jepang tetapi terhitung di dunia. Pusatnya ada di Hakata, Prefektur Fukuoka.

 

Di lantai bawah, Anda dapat menemukan panorama seperti yang biasa kelihatan di restoran ramen biasa. Namun di lantai dua, ada Concentrate on The Flavour yang sangat mungkin Anda bersantap ramen tanpa diganggu obrolan bersama dengan siapapun.

 

Berada di daerah asalnya, Ichiran Ramen memanfaatkan kuah berbasis tulang babi atau tonkotsu. Di sini Anda terhitung dapat memilih sendiri preferensi rasa yang di idamkan menjadi berasal dari kekentalan kuah, kekenyalan mi dan lain sebagainya. Telur rebus yang tetap lengkap bersama dengan kulitnya adalah topping yang paling tenar di Ichiran Ramen Fukuoka ini.

 

Menya Jouruku

Restoran ramen yang berada di dekat Stasiun Namba ini mendapat predikat sebagai restoran ramen terbaik di Osaka tahun 2016 versi website Tabelog. Mereka menyajikan Higashi-Osaka Takaido ramen yang dibikin bersama dengan kuah shoyu dan kaldu ayam. Cocok untuk Anda yang inginkan mencicipi ramen berbasis shoyu bersama dengan rasa tidak amat berat.

 

Hakata Issou

Sebagai salah satu varian ramen paling populer, tidak sah rasanya terkecuali tidak mencicipi tonkotsu ramen segera di daerah asalnya. Hakata Issou yang berada di Kawasan Hakata Ward ini adalah salah satu restoran terbaik di Hakata. Tidak heran terkecuali hampir tiap-tiap hari, antreannya selalu panjang.

 

Ramen Hakata Issou dibikin bersama dengan bahan daging babi premium memproduksi peternak lokal yang kaya dan lembut. Hasilnya adalah kuah kaldu bersama dengan rasa enak yang saking silky-nya sampai dijuluki “Pork Bone Cappucino” oleh para pencinta ramen setempat.

 

Kokinya meracik mi kukus bersama dengan daun bawang, rumput laut dan chashu (irisan perut babi yang direbus), lantas dimasak selama berjam-jam bersama dengan proporsi lemak dan daging yang sempurna. Meskipun kudu tunggu lama, Anda dijamin tidak dapat kecewa bersantap di sini.

 

Mengekijou Genei

Pernah membayangkan menyantap semangkuk ramen di dalam teater? Anda dapat melakukannya di salah satu restoran di Hakata ini. Terletak di daerah Yakuin,  Mengekijou Genei menghadirkan rancangan teater mi yang menarik. Di pintu masuk Anda dapat menemukan isyarat berasal dari kayu bertuliskan “sedang tayang”.

 

Sayangnya, daerah ini cuma dapat menampung 15 orang pelanggan saja per sesinya. Seperti nama tempatnya, pengaturan meja dan kursi dibikin menghadap ke panggung depan (dapur) bersama dengan koki yang meracik ramen segera di depan Anda.

 

Hanya ada 4 menu di restoran ini bersama dengan sentuhan inovasi yang membedakannya bersama dengan ramen Hakata tradisional. Mengekijou Genei tenar dikarenakan shoyu ramen-nya, tetapi terkecuali Anda inginkan mencoba sesuatu yang pedas, cobalah tan tan men, ramen bersama dengan kuah cokelat. Ramen ini dibikin bersama dengan saus wijen khas Mengekijou Genei bersama dengan kaldu berbasis tonkotsu. Jangan lupa topping telur mentah untuk memberi tambahan sentuhan akhir pada semangkuk ramen Anda!

 

Ramen Halal di Jepang

Sepuluh nama di atas cuma lebih dari satu kecil berasal dari restoran-restoran yang menyajikan ramen enak di Jepang. Jika Anda rela berkeliling, bukan tidak barangkali Anda dapat menemukan restoran ramen lain yang tak kalah enaknya.

 

Untuk Anda yang inginkan melacak ramen halal, baik Tokyo maupun prefektur lain di sekitarnya sudah banyak membuka restoran halal. Di Tokyo sendiri ada Halal Ramen Ouka di Shinjuku, Naritaya Halal Ramen Shop di Asakusa, Halal Ramen & Dining Honolu Ebisu di Ebisu sampai T’S Tantan di Keiyo Street.